Label: ,


Ya...begitulah, break dan break...setiap baby Naurah bangun. Sekarang ia sudah tertidur kembali, walau tadi sempat ingin tidur dalam dekapanku, "Sini nak, biar ibu dekap dengan hangat, udara memang terasa dingin, hujan lebat di luar sana" Bahagia...aku mendekapnya.

Sudah janjiku untuk meninggalkan hp dan laptop saat bersamanya. Mungkin itu akan membuatku lambat dalam beraktivitas, tetapi anak adalah amanah utama. Belajar dari permsalahan sahabat dalam pernikahannya, membuatku bertekad untuk fokus pada pengasuhan, karena efek yang panjang dari sebuah kekeliruan pengasuhan. Tentu tak ada ibu yang sempurna, hanya do'a yang akan mengiringi ikhtiar ini.

Tiga anak, tiga program
Setiap anak, Akmal, Hanif dan Naurah, memiliki PR masing-masing, karena usia mereka berbeda sehingga karakteristik mereka saat ini berbeda-beda.

Akmal yang mulai memahami reaksi sosial, kerap kali berprilaku semata untuk sesuai dengan harapan sosial. Jika perlu misalnya, mengatakan yang tidak sebenarnya agar orangtua marah. Akmal yang berada di sekolah dasar, usia yang katanga gang age, sangat peduli dengan penerimaan kelompok, mulai gelisah ketika tidak bisa melakukan hal yang dilakukan temannya, games online salah satunya. Lepas dari games online, dia menjadi penggemar bola, hal yang kukira, hanya agar bisa masuk ke dalam pembicaraan teman-temannya. Kerap kali dia mengajakku berbicara dengan bola. Kuikuti sebisa-bisanya, akupun ingin menjadi temannya, teman berbicara.

Hanif, yang selalu merasa kurang dengan makanan yang ada, membuatku harus sigap menyediakannya. Supaya dia tidak gelisah. Hanif yang selalu ingin beraktivitas, membuat kami perlu menyediakan perlengkapan lengkap baginya. Apalagi libur begini, kalo geje,otomatis tv lah jadi pelarian mereka.


Naurah, masa bayi yang membutuhkan konsentrasi untuk menumbuhkan rasa percayanya pada lingkungan sosial, yang akan membuatnya mudah dalam beradaptasi sosial kelak. Segera penuhi kebutuhannya, apakah ganti popok, minta ASI, atau minta didekap. Melihat baby Naurah membuatku ingin selalu bersamanya. Tak mau meninggalkannya berlama-lama, selagi aku masih punya kesempatan.

Comments (0)