Label:

Bibirku tergigit, sambil terucap Innalillahi wa inna illaihi raji'un, mendengar berpisahnya pasangan suami istri yang sepertinya sudah melewati tahun keduapuluh pernikahan. Bagaimana bisa? Kenapa Bisa? Pertanyaan yang tak akan kuperoleh jawabannya.

Mengapa perpisahan yang dipilih? Tidak adakah cara untuk merajut cinta kembali? Pertanyaan yang lagi-lagi tidak terjawab.
Read more...

Label: ,

Seiring dengan kelahiran baby Naurah. Sebenarnya saya sudah menyiapkan baby-baby yang lain untuk dilahirkan. Pertama adalah webstore baru, dengan konsep ritel: www.syahmina.com, Kedua, adalah web parenting, www,asahasuh,com. Insyaa Allah mudah-mudahan, Januari ini keduanya dapat lahir dengan selamat.

Kedua baby itu adalah tambahan peran yang kupilih. Jadi tigalah peran sosialku. Duuh ngarawu kusiku? Kuingin melepas satu, karena aku ingin di rumah bersama baby Naurah. Mumpun aku masih nyantai, suami masih bisa bekerja. Saatnya untuk beraktivitas di rumah, membangun impian. Dooh membangun impian, bosen kali orang denger. Sembilan tahun ngomongnya merintis mimpi aja...tapi kok belum nyampe-nyampe ke titik hasil ya...heu...heu...Ah biarlah, aku tak bosan, merintis ini semua, sedikit banyak hal kok yang dulu aku tak bisa, sekarang aku bisa. Dulu ku tak mengerti, sekarang ku mengerti. Langkah itu ada, tinggal melangkah lebih cepat.
Read more...

Label: ,


Ya...begitulah, break dan break...setiap baby Naurah bangun. Sekarang ia sudah tertidur kembali, walau tadi sempat ingin tidur dalam dekapanku, "Sini nak, biar ibu dekap dengan hangat, udara memang terasa dingin, hujan lebat di luar sana" Bahagia...aku mendekapnya.

Sudah janjiku untuk meninggalkan hp dan laptop saat bersamanya. Mungkin itu akan membuatku lambat dalam beraktivitas, tetapi anak adalah amanah utama. Belajar dari permsalahan sahabat dalam pernikahannya, membuatku bertekad untuk fokus pada pengasuhan, karena efek yang panjang dari sebuah kekeliruan pengasuhan. Tentu tak ada ibu yang sempurna, hanya do'a yang akan mengiringi ikhtiar ini.
Read more...

Label: ,

Bulan ini, Naurah hadir dalam kehidupanku. Bertambahlah amanah yang ada di pundakku.
Dua minggu pertama, aku merasa lambat sekali, lambat  fisik, lambat pikir. Ternyata melahirkan itu memang melelahkan ya...hehe..dah tiga kali masih belum hafal saja. Sementara ketika hamil di minggu-minggu terakhir, aku sedang giat-giatnya membangun mimpi, dan terbayangya akan segera bisa beraktivitas setelah melahirkan dan melanjutkan membangun mimpi.

Berdamailah dengan diri. Bersabar menunggu hormon bekerja (istilah seorang sahabat). Ya, kenapa aku melawan proses yang sudah disiapkan Alah untuk ibu yang baru melahirkan. Nikmati saja. Leyeh-leyeh bersama baby Naurah...
Read more...

Label: ,

Akmal sedang belajar Bahasa Indonesia untuk UAS. Di latihan soalnya ada pertanyaan tentang percaya diri, dan Akmal tampak sangat mengarang untuk menjawab pertanyaan tersebut. Saya memintanya untuk membaca lagi buku paketnya. Ya sekedar untuk merecall lah, supaya ngga ngarang-ngarang amat.

A: "Bu, minder itu apa sih?"
I: "O, minder itu kebalikan dari percaya diri, artinya merasa diri tidak mampu"
A: "Oo, aku suka tuh begitu"
I: "Heu...ibu juga dulu begitu"
A: "Iya, Bu?"
I: "iya akibatnya banyak yang ingin ibu lakukan, tetapi tidak ibu lakukan karena merasa minder, takut ngga bisa"
A: "Wah Aku juga begitu"
Read more...

Label: ,

Saya diasuh oleh seorang full time mother (istilah ibu-ibu jaman sekarang, memang ada ya ibu yang nggak full time?). Setiap pulang sekolah, saya selalu disambut dengan kesiapan ibu untuk mendengarkan celoteh saya dan sepiring kudapan.

NIkmatnya memiliki ibu yang selalu di rumah, membuat saya dari sejak SMP, ketika masa-masa menciptakan identitas diri itu, bercita-cita untuk menjadi ibu seperti ibu saya, selalu berada di rumah.

Setelah menikah, ternyata tidak mudah untuk mewujudkan cita-cita itu. Ada rasa yang hilang, saat hanya di rumah. Saya yang terbiasa hanya belajar akademik dan berorganisasi plus tidak dilatih untuk mengelola urusan domestik rumah tangga, perlu waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan urusan domestik rumah tangga.
Read more...

Sabtu lalu, saya mengikuti acara parenting dengan pembicara yang saya hormati karena keilmuannya. Ini kali kedua saya mengikuti acaranya. Di seminar yang pertama, saya sangat terinspirasi dan ter charge semangat mengasuh anak. Sampai-sampai ketika pulang dari acaranya waktu itu, anak-anak bertanya: "Kok ibu jadi baik?" haha, dan sayapun menjawab:"Hehe..ya ibu kan abis sekolah jadi orangtua tadi". Lalu anak-anak bilang:"waah kalau gitu sering-sering aja bu...sekolahnya..." kqkqkq...ketahuan banget ya...kalo tanpa nge charge dengan ilmu, si ibu teh sangat bertanduk dan berasap...glek:(

Seperti acara pertama yang saya ikuti, acara beliau yang kedua inipun sangat mencharge semangat dalam pengasuhan. Mengingatkan akan banyak hal. Tetapi kali ini saya sangat tertarik dengan cerita beliau tentang anak-anaknya, dan cukup takjub dengan kejujuran beliau dalam menceritakan.
Read more...