Beberapa waktu lalu, saya pernah mendengar seorang anak menjerit sambil berkata "Ampun, mama,ampun...!" Entah apa yang sedang dilakukan sang mama, saya hanya menduga-duga jika ia sedang melakukan sesuatu yang membuat anaknya takut dan sakit. Memukul? Mencubit? EntahlahDalam perjalanan pengasuhan,rasanya cukup imbang ya, kelucuan, kepintaran, sikap manis, dan perilaku sulit anak. Tidak selamanya senyum kita mengembang melihat perilaku anak. Kerapkali dahi kita berkerut, mata kita melotot dan rasanya hampir-hampir saja ingin mengekspresikan amarah sekuat tenaga dengan pukulan, atau cubitan.
Hal apa yang membuat situasi "hampir" itu bisa terkendali?
Dalam situasi tenang dan damai, biasanya saya dan suami mengobrolkan hal-hal ringan tentang pengasuhan. Pengasuhan perlu satu warna, sehingga saling berbagi pemahaman tentang pengasuhan, termasuk obrolan yang asyik antara kami.
Tentu kami membawa pengalaman pengasuhan yang berbeda. Di masa kecil, kami diasuh oleh orangtua yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda. Otomatis, di awal pernikahan paradigma pengasuhan juga relatif berbeda, karena pengalaman yang berbeda tersebut.
Salah satu topik obrolan kala itu adalah bagaimana menghadapi anak yang sedang berprilaku sulit. Masing-masing dari kami tentu sudah memiliki pilihan tindakan, berdasarkan pengalaman kami masing-masing. Kami berdua lalu membeberkan mengapa pilihan itu dianggap yang terbaik untuk dilakukan.
Di sela-sela obrolan saya pernah berujar "bayangkanlah, anak ini akan tumbuh besar. Kelak badannya akan lebih besar dari kita. Jika sekarang kita berani melototi mereka, berkata keras pada mereka, memukul mereka. Itu semua karena tubuh mereka sekarang lebih kecil dari kita. Coba bayangkan, seandainya kelak mereka akan lebih besar dari kita, dan mereka mencontoh diri kita, memelototi kita ketika dia marah, berteriak keras, dan melakukan hal-hal buruk yang kita lakukan saat ini. Sungguh itu bencana besar"
Sela-sela obrolan yang lain, saya juga pernah berujar "bayangkanlah ketika nanti mereka remaja, ketika hormon "menguasai" mereka, ketika mereka lebih cepat bergejolak, apa yang akan terjadi jika kita tidak membangun komunikasi yang positif sejak dini?"
Ya seperti itulah yang coba kami bayangkan. Bayangan tersebut membuat kami sedikit banyak bisa menahan diri dari perbuatan-perbuatan buruk saat pengasuhan. Bayangan tentang masa depan.




iya...membayangkannya..membuat bergidik ...
Irsa...iya...jadi keburu males bertindak yang aneh-aneh..kalo dah inget masa depan mereka