
Tadi malam saya curhat habis-habisan kepada suami saya. Dari A-Z, betapa kesalnya saya karena ini...karena itu...betapa sulitnya hal ini...betapa sulitnya hal itu. Semua yang saya ungkap tampak rumit dan sulit diselesaikan. Saya rasanya ingin menyerah saja, dan saya bilang begitu sama suami, memilih solusi dalam bentuk meninggalkan permasalahan itu.
Suami mendengarkan saya dengan tatapan letih, alias ngantuk. Ya, jarak depok-jakarta sangat menguras energinya. Begitu sampai rumah ia harus setia mendengarkan istrinya meluapkan segala keluh kesahnya. Keterlaluan bukan? Siapa sih istrinya heuheh.
Suami saya hanya mengangguk-angguk dan menyetujui saja apa yang saya katakan. Hampir saja dia tertidur heheh....
Tahu apa yang terjadi keesokan harinya, yaitu pagi ini? Pagi ini rasanya pikiran saya segar sekali, dan siap menghadapi tantangan yang saya keluh kesahkan tadi malam. Berani menghadapi, dengan segudang solusi. Hoho...ternyata curhatan saya tadi malam menimbulkan kelegaan yang amat sangat.
Jadi saya teringat pada buku, yang biasanya saya buka, saat saya ingin memahami diri saya atau suami saya. Men are from Mars, Women are from Venus, di buku itu John grafy, Phd berkata "wanita yang mengalami ketegangan jiwa tidak secara langsung berusaha mencari pemecahan-pemecahan terhadap kesulitan-kesulitannya, melainkan mencari keringanan dengan mengungkapkan dirinya sendiri dan ingin dimengerti"
Hehe..terbukti...
Selanjutnya....
"Untuk merasa lebih enak, kaum wanita membicarakan kesulitan di masa lampau, masa depan, dan kesulitan-kesulitan yang mungkin, bahkan kesulitan-kesulitan yang tidak mempunyai pemecahan. Makin banyak berbicara dan mengadakan penjajagan, makin baik perasaan mereka. Begitulah cara kerja wanita. Mengharapkan cara lainnya berarti menyangkal arti diri si wanita.
Lambat laun jika ia merasa didengarkan, ketegangan jiwanya lenyap."
:D
Yah, begitulah katanya. Wanita hanya perlu didengarkan. Tak perlu solusi...cukup dengarkan saja....itu sudah sangat membantu...:)
referensi: Men are From Mars, Women are from Venus, written by John Gray Ph.d




my fave book,
tapi leungit... :(
Nice posting teh :) nuhun ilmuna :D