Di rumah ada telur, mentega, coklat, terigu. Jadi terpikir ingin membuat marmer cake, resep klasik. Walau kue klasik, tetapi saya lupa resepnya. Bertanyalah saya kepada mbah Google...Lagi-lagi saya diantarkan oleh mbah google ke dapur Bunda Zidan dan Syifa alis Bunda Inong...hiks jadi sedih....Beberapa waktu lalu saya pernah ngobrol tentang Bunda Inong ini pada sahabat-sahabat saya. Ya inilah Bunda Inong yang sudah tiada, tetapi ilmunya masih bisa dinikmati oleh saya seorang ibu rumahtangga yang tiap masak perlu browsing dulu.
Bunda Inong dengan asiknya menulis resep-resep keseharian, sehingga setiap saya browsing resep ya masuknya ke situ lagi, ke situ lagi.
Menulis dengan asik tentang hal yang bermanfaat, seperti Bunda Inong itulah yang ingin saya lakukan.
Menulis itu untuk apa sih? Begitu seringkalisaya bertanya dalam hati, sekedar meluruskan niat. Apakah sekedar curah ide? Apakah sekedar eksis? Aktualisasi diri? Sekedar dikasih jempol, dipuji orang. Duuuh mudah-mudahan mah bukan ya...
Apalagi kalau hanya ingin dipuji orang...itu mah masuknya riya...
Kalau boleh pinjem taglinenya Ier, hanya berbagi, ya itulah...menulis hanya berbagi, semoga bermanfaat teruuuus bahkan sampai ketika kita sudah tidak ada.
Ketika niat kita hanya berbagi bukan ingin dipuji atau bukan pengen eksis,jadinya menulis terasa ringan, ngga ada beban. Kalau kata Akmal sih,"nge-blog itu asik". Yap benar saya setuju, ngeblog itu asik, menulis itu asik. Ngga perlu khawatir dengan komentar negatif,atau sedih ketika sedikit yang kasih jempol, yang penting kita tidak menyakiti hati orang, mencemarkan nama produk, dan mudah-mudahan saja ada manfaatnya.




Comments (0)
Post a Comment