
Dalam jangka waktu yang tidak ditentukan, saya kerap mengevaluasi ada di titik mana saya kini. Aktivitas yang cukup padat dengan amanah yang bervariasi, membuat saya harus cermat mengamati apakah saya maih ada dalam jalur kebahagiaan atau tidak?
Mengukur apakah yang sejatinya membuat saya bahagia? Apakah harta yang berlimpah? Apakah apa? Apakah...? Apakah...? Saya berdialog dengan diri. Sebuat catatan dari teman saya di fesbuk, yang usianya jauh lebih muda dari saya mengingatkan bahwa kebahagiaan seorang ibu tentulah kelak ketika semua orang yang dicintainya berkumpul dalam surganya.
Ya...sumber kebahagiaan ada pada suami yang sholih dan anak yang sholih dan sholihah, dan itu berakar pada kesholihan diri kita. Sejauh mana saya ibu mendo'akan mereka agar diberi kemudahan untuk beriman dan beribadah kepada Allah semata. Sejauh mana saya ibu mengkondisikan mereka untuk beriman dan beribadah kepada Allah semata.
Berbisnis di www.syahmina.com, menulis di blog dan www.asahasuh.com, adalah pernak pernik aktivitas yang wajib saya simpan dalam prioritas kesekian setelah amanah saya memberikan kondisi yang nyaman pada anggota keluarga untuk beriman dan beribadah kepada Allah, tertunaikan dengan baik.
Menyimpan mereka menjadi prioritas kesekian tentu bukanlah berarti tidak menjalankannya dengan serius, tetapi perlu pintar kapan memilih saya bisa melakukan A, B, C sehingga semua berjalan dalam porsinya masing-masing.
Berbisnis sejatinya diniatkan juga untuk membantu suami dan anak-amak agar kelak bisa mudah beriman dan beribadah kepada Allah. Demikian pula menulis perlu ada niat mulia disana. Tetap prioritas sekarang adalah menjaga kondisi saat ini, karena kita tak pernah tahu kapan ujung usia kita.
Jangan sampai asik berbisnis dan menulis, lalu lupa amanah yang utama. Apalagi saya sudah diberi kemudahan yang amat banyak dalam rumah tangga ini. Maka alangkah beratnya pertanggungjawaban kelak jika saya lalai dalam menjalankan amanah.




Comments (0)
Post a Comment