Apaa 200 juta per bulan??? Haaa 500 juta... Waaah 1 M???
Sudah ke sekian kalinya saya terhenyak mendengar cerita omset teman-teman yang memiliki usaha sendiri. Betapa uang itu ternyata banyak bertebaran di muka bumi ini. Kalao omset tersebut dimiliki oleh pengusaha besar tentu bukanlah suatu hal yang aneh. Tapi saya terhenyak karena uang itu berasal dari usaha "rumahan", online shop gitulah. Wew itu uang semua ya? Apa daun? Bisik saya seorang rekan heheh
Saya dan suami juga ingin seperti itu...ujar saya pada mentor bisnis saya. Dengan mantap beliau menjawab...ya harus diikuti prosesnya!
Huhu iya proses...itu yang perlu dijalani. Alhamdulillah saya ada kesempatan untuk mengintip proses-proses itu melalui sebuah komunitas Tangan Di Atas (TDA), dan ternyata proses itu menantang sekali.
Tantangan itu membuat kepala saya pening sepulang dari mentoring bisnis tersebut. Bagaimana bisa saya seperti mereka, saya kan punya bayi. Ujar saya dalam hati. Heuheu...belum apa-apa saya sudah pesimis.
Berbagai alasan saya keluarkan dalam hati, tetapi ya faktanya orang-orang hebat itupun punya balita, sedang hamil, punya bayi. Sama! Huff
Proses bagaimanapun harus dijalani. Mau proses yang bagaimana? Pilihlah sendiri! Tentu semua ada hasil yang sesuai dengan proses yang kita jalani.
Kepala saya masih pening. Pening karena semangat dan kondisi yang ada rasanya tidaklah sesuai. Seharian rasanya manyun saja. Hingga keesokan harinya suami menyuguhkan sebuah rekaman kajian dari radio Rodja. Kajian yang meneduhkan hati, bahwa dunia itu hanya 1 hari saja jika dibandingkan kehidupan kita kelak di akhirat, bahkan 1 hari pun sesungguhnya perumpamaan yang terlalu lama.
Yaaa...adalah sangat menyedihkan jika urusan dunia ini membuat hati gelisah. Yang penting adalah berusaha, soal rezeki semuanya sudah diatur oleh Allah yang Maha Kuasa.
Membuat joblist adalah hal yang sangat membantu. Membuat kita tahu step-step apa yang perlu dijalani. Done...done...done...menandai apa yang sudah dikerjakan apa yang belum. Mengukur apakah perlu strategi lain agar semua joblist itu bisa dituntaskan.
Semuanya dikerjakan dengan tenang dan mantap, karena semua hasil toh sudah ditentukan. Kita tidak perlu gelisah dengan hasilnya. Cukup lakukan saja semua strategi yang kita tahu dan sudah kita bisa. Untuk strategi yang belum bisa kita lakukan, tunggulah sebentar, suatu saat akan bisa. Dengan belajar upgrade wawasan, apa yang kita tadinya tidak bisa akan menjadi bisa, atau memiliki karyawan yang handal, sehingga kita bisa mendelegasikan pekerjaan mekanis juga adalah salah satu cara.
Yakinlah banyak cara, dan yakinlah akan banyaknya kemudahan kelak. Dan ingatlah dunia ini hanya sekejap mata, sebisa mungkin tak risau karenanya.
Sudah ke sekian kalinya saya terhenyak mendengar cerita omset teman-teman yang memiliki usaha sendiri. Betapa uang itu ternyata banyak bertebaran di muka bumi ini. Kalao omset tersebut dimiliki oleh pengusaha besar tentu bukanlah suatu hal yang aneh. Tapi saya terhenyak karena uang itu berasal dari usaha "rumahan", online shop gitulah. Wew itu uang semua ya? Apa daun? Bisik saya seorang rekan heheh
Saya dan suami juga ingin seperti itu...ujar saya pada mentor bisnis saya. Dengan mantap beliau menjawab...ya harus diikuti prosesnya!
Huhu iya proses...itu yang perlu dijalani. Alhamdulillah saya ada kesempatan untuk mengintip proses-proses itu melalui sebuah komunitas Tangan Di Atas (TDA), dan ternyata proses itu menantang sekali.
Tantangan itu membuat kepala saya pening sepulang dari mentoring bisnis tersebut. Bagaimana bisa saya seperti mereka, saya kan punya bayi. Ujar saya dalam hati. Heuheu...belum apa-apa saya sudah pesimis.
Berbagai alasan saya keluarkan dalam hati, tetapi ya faktanya orang-orang hebat itupun punya balita, sedang hamil, punya bayi. Sama! Huff
Proses bagaimanapun harus dijalani. Mau proses yang bagaimana? Pilihlah sendiri! Tentu semua ada hasil yang sesuai dengan proses yang kita jalani.
Kepala saya masih pening. Pening karena semangat dan kondisi yang ada rasanya tidaklah sesuai. Seharian rasanya manyun saja. Hingga keesokan harinya suami menyuguhkan sebuah rekaman kajian dari radio Rodja. Kajian yang meneduhkan hati, bahwa dunia itu hanya 1 hari saja jika dibandingkan kehidupan kita kelak di akhirat, bahkan 1 hari pun sesungguhnya perumpamaan yang terlalu lama.
Yaaa...adalah sangat menyedihkan jika urusan dunia ini membuat hati gelisah. Yang penting adalah berusaha, soal rezeki semuanya sudah diatur oleh Allah yang Maha Kuasa.
Membuat joblist adalah hal yang sangat membantu. Membuat kita tahu step-step apa yang perlu dijalani. Done...done...done...menandai apa yang sudah dikerjakan apa yang belum. Mengukur apakah perlu strategi lain agar semua joblist itu bisa dituntaskan.
Semuanya dikerjakan dengan tenang dan mantap, karena semua hasil toh sudah ditentukan. Kita tidak perlu gelisah dengan hasilnya. Cukup lakukan saja semua strategi yang kita tahu dan sudah kita bisa. Untuk strategi yang belum bisa kita lakukan, tunggulah sebentar, suatu saat akan bisa. Dengan belajar upgrade wawasan, apa yang kita tadinya tidak bisa akan menjadi bisa, atau memiliki karyawan yang handal, sehingga kita bisa mendelegasikan pekerjaan mekanis juga adalah salah satu cara.
Yakinlah banyak cara, dan yakinlah akan banyaknya kemudahan kelak. Dan ingatlah dunia ini hanya sekejap mata, sebisa mungkin tak risau karenanya.




Comments (0)
Post a Comment