Sekitar tiga tahun terakhir, saya semakin lekat dengan sahabat-sahabat di dunia maya. Kami saling menyapa di ruang chatting, membicarakan hal-hal yang asik seputar wanita, tentang dinamika berkeluarga, aktivitas keseharian, sampai kolaborasi kreatif berkarya nyata.
Dari mereka saya mendapat prinsip yang penting senang.
Kami saling mengingatkan, kalau ada yang sedang dalam kondisi yang tidak nyaman, untuk mengutamakan "yang penting senang". Kami berusaha untuk menjadi Happy Mom, karena Happy Mom, Happy Kids kan?. Ibu senang, Anak Senang. Saling memberi tips supaya tetap senang. Membantu memilah mana yang penting dipikirkan, mana yang perlu dibuang jauh-jauh, karena ngga penting. Hal-hal yang tidak penting sering menggerus rasa senang menjadi minimal.
Sebagian besar sahabat saya adalah ibu rumah tangga, yang ngga betah di urusan domestik. Males nyetrika, males beberes, males segala rupa. Tetapi sadar kalo ngga boleh males, karena itu adalah amanah sebagai ibu, dan kalau malas akan banyak akibat lanjutannya. Maka kami saling menyemangati dengan saling memberikan tips bagaimana supaya bisa melakukan semua tugas itu dengan prinsip "yang penting senang". Seperti tips "nyetrika online" by Irma Vitriani, sahabat saya sejak SMA, yang kemudian di generalisasi menjadi nyeuseuh (mencuci baju) online, beberes online, dan lain sebagainya.
Sebagian besar juga orang sunda atau orang jawa yang terasa sunda karena suaminya sunda. Karenanya saya bisa menggunakan basa sunda lagi, walau dengan semena-mena heuheu. Tetapi rasanya seneng, lucu gitu, dan lebih lepas dalam berbincang.
Ada juga sahabat yang berkolaborasi dengan saya, seperti Rakhmitha Akhsayanti yang bersamanya saya mengembangkan AsahAsuh, web referensi parenting Indonesia. Kolaborasi seru karena terhasilkan dari chatting-chatting iseng baik pagi siang dan malam.
Keriangan juga saya peroleh dari sahabat Irena Puspawardani. Asik berbincang hal-hal seru, dengan bahasa sederhana, apa adanya, to the point.
Dengan dunia maya, yang jauh memang terasa dekat. Sahabat bertambah. Kebahagiaanpun bertambah.
Tampil apa adanya tanpa banyak topeng, belajar berpikir sederhana, menyingkirkan yang tidak penting, bersemangat untuk terus berkarya ditengah urusan domestik yang menumpuk, bangga menjadi ibu rumah tangga, saling menyemangati, membuat saya bahagia bersama kalian.
Dari mereka saya mendapat prinsip yang penting senang.
Kami saling mengingatkan, kalau ada yang sedang dalam kondisi yang tidak nyaman, untuk mengutamakan "yang penting senang". Kami berusaha untuk menjadi Happy Mom, karena Happy Mom, Happy Kids kan?. Ibu senang, Anak Senang. Saling memberi tips supaya tetap senang. Membantu memilah mana yang penting dipikirkan, mana yang perlu dibuang jauh-jauh, karena ngga penting. Hal-hal yang tidak penting sering menggerus rasa senang menjadi minimal.
Sebagian besar sahabat saya adalah ibu rumah tangga, yang ngga betah di urusan domestik. Males nyetrika, males beberes, males segala rupa. Tetapi sadar kalo ngga boleh males, karena itu adalah amanah sebagai ibu, dan kalau malas akan banyak akibat lanjutannya. Maka kami saling menyemangati dengan saling memberikan tips bagaimana supaya bisa melakukan semua tugas itu dengan prinsip "yang penting senang". Seperti tips "nyetrika online" by Irma Vitriani, sahabat saya sejak SMA, yang kemudian di generalisasi menjadi nyeuseuh (mencuci baju) online, beberes online, dan lain sebagainya.
Sebagian besar juga orang sunda atau orang jawa yang terasa sunda karena suaminya sunda. Karenanya saya bisa menggunakan basa sunda lagi, walau dengan semena-mena heuheu. Tetapi rasanya seneng, lucu gitu, dan lebih lepas dalam berbincang.
Ada juga sahabat yang berkolaborasi dengan saya, seperti Rakhmitha Akhsayanti yang bersamanya saya mengembangkan AsahAsuh, web referensi parenting Indonesia. Kolaborasi seru karena terhasilkan dari chatting-chatting iseng baik pagi siang dan malam.
Keriangan juga saya peroleh dari sahabat Irena Puspawardani. Asik berbincang hal-hal seru, dengan bahasa sederhana, apa adanya, to the point.
Dengan dunia maya, yang jauh memang terasa dekat. Sahabat bertambah. Kebahagiaanpun bertambah.
Tampil apa adanya tanpa banyak topeng, belajar berpikir sederhana, menyingkirkan yang tidak penting, bersemangat untuk terus berkarya ditengah urusan domestik yang menumpuk, bangga menjadi ibu rumah tangga, saling menyemangati, membuat saya bahagia bersama kalian.




:)