Liburan nan panjang penuh kenangan. Depok-Bandung-Kediri-Bandung-Depok. Seru! Masih terngiang-ngiang celoteh Hanif "Solo Lurus" sebagai penunjuk arah yang mesti dituju.
Liburan yang menyenangkan, diselip-selipi kerisauan karena berangkat dalam kondisi anak diare dan tidak tahu jalan. Ini pertama kali kami mudik dengan memboyongk tiga bocah dengan mengendarai kendaraan sendiri. Sebelumnya kami menggunakan transportasi publik, kereta/ pesawat.
Bagaimana liburan kami? Hmm saya tidak pandai menuliskan pengalaman liburan kecuali ketika masih SD dulu. Biarlah anak-anak saja yang menuliskannya:)
Sekarang saya menulis hanya untuk mengaktifkan saja area-area otak saya yang sedikit mungkin tertidur ketika liburan. Hayoh gimana itu dagangan, tulisan dan kerjaan lainnya. Uuugh rasanya seperti membuka pintu batu...beraaat sekali untuk memulai.
Otak rasanya sedikit mati gaya....lambat respon, dan sisi lain banyak yang perlu ditata-tata dulu sebelum aktivitas kembali berjalan.
Setiba di rumah, setelah long trip itu. Tentu saja, rumah perlu dibereskan. Menata rumah sama dengan menata emosi. Rumah berantakan, biasanya emosi juga absurd. Pertama yang menjadi sasaran saya adalah dapur.
Dapur? Kenapa? Karena di hari beraktivitas, saya akan kembali memasak, dan memasak bagi saya tugas yang perlu diciptakan kesenangannya. Salah satu caranya adalah dengan memasak di dapur yang bersih.
Setelah bersih, benar saja, semangat itu mulai ada. Sudah dua hari saya memasak kembali untuk bekal anak sekolah, dengan lancar dan senang. Berharap anak-anak mau melahapnya dengan semangat.
Tinggal membuka toko dan mulai kembali menulis parenting. Apa yang bisa menimbulkan semangat? Ternyata seperti halnya memasak yang perlu membereskan dapur. Sebelum beraktivitas saya juga perlu membereskan beberapa hal, yaitu mengenai prilaku anak-anak oleh-oleh liburan, seperti kegemaran nonton tv dan bermain games.
Jika mereka sudah kembali teratur, biasanya hati ini tentram, tidak ada mother guilt, merasa terlalu sibuk anak terbengkalai. Jika mother guilt menipis biasanya kembali semangat beraktivitas, karena merasa tugas utama sudah tertunaikan bolehlah sedikit-sedikit beraktivitas lain di luar kerumahtanggaan.
Semangaaat!!
Liburan yang menyenangkan, diselip-selipi kerisauan karena berangkat dalam kondisi anak diare dan tidak tahu jalan. Ini pertama kali kami mudik dengan memboyongk tiga bocah dengan mengendarai kendaraan sendiri. Sebelumnya kami menggunakan transportasi publik, kereta/ pesawat.
Bagaimana liburan kami? Hmm saya tidak pandai menuliskan pengalaman liburan kecuali ketika masih SD dulu. Biarlah anak-anak saja yang menuliskannya:)
Sekarang saya menulis hanya untuk mengaktifkan saja area-area otak saya yang sedikit mungkin tertidur ketika liburan. Hayoh gimana itu dagangan, tulisan dan kerjaan lainnya. Uuugh rasanya seperti membuka pintu batu...beraaat sekali untuk memulai.
Otak rasanya sedikit mati gaya....lambat respon, dan sisi lain banyak yang perlu ditata-tata dulu sebelum aktivitas kembali berjalan.
Setiba di rumah, setelah long trip itu. Tentu saja, rumah perlu dibereskan. Menata rumah sama dengan menata emosi. Rumah berantakan, biasanya emosi juga absurd. Pertama yang menjadi sasaran saya adalah dapur.
Dapur? Kenapa? Karena di hari beraktivitas, saya akan kembali memasak, dan memasak bagi saya tugas yang perlu diciptakan kesenangannya. Salah satu caranya adalah dengan memasak di dapur yang bersih.
Setelah bersih, benar saja, semangat itu mulai ada. Sudah dua hari saya memasak kembali untuk bekal anak sekolah, dengan lancar dan senang. Berharap anak-anak mau melahapnya dengan semangat.
Tinggal membuka toko dan mulai kembali menulis parenting. Apa yang bisa menimbulkan semangat? Ternyata seperti halnya memasak yang perlu membereskan dapur. Sebelum beraktivitas saya juga perlu membereskan beberapa hal, yaitu mengenai prilaku anak-anak oleh-oleh liburan, seperti kegemaran nonton tv dan bermain games.
Jika mereka sudah kembali teratur, biasanya hati ini tentram, tidak ada mother guilt, merasa terlalu sibuk anak terbengkalai. Jika mother guilt menipis biasanya kembali semangat beraktivitas, karena merasa tugas utama sudah tertunaikan bolehlah sedikit-sedikit beraktivitas lain di luar kerumahtanggaan.
Semangaaat!!




Comments (0)
Post a Comment